Tuhan Yang Kirimkan
Oleh Muhammad Wahyu Wibowo
Cerita
ini aku buat berdasarkan pengalaman pribadiku apapun yang aku buat dalam cerita
ini tidak ada yang aku ubah, akan aku buat cerita ini menjadi dongeng yang
nyata dalam dunia. Dunia inilah yang akan aku jadikan titik balik dari proses
menjalani kehidupan. Bukan hanya itu, kalian tidak akan pernah menduga cerita
yang aku buat ini benar-benar nyata dan terjadi pada diriku sendiri. Semoga
bermanfaat bagi kalian yang membaca.
Aku
sendiri tidak tahu harus memulai cerita ini dari mana. Namun, tidak apa? Akan
aku ceritakan secara beruntun agar perempuan yang mengharapkan cerita inipun
dapat memulai mengingat kembali perjalannya ketika mengenalku.
Hari
Belum Menunjukkan Perubahan...
Hari
masih berjalan layaknya hari-hari biasa yang setiap orang lalui, tidak ada yang
menarik pada hari-hari ini. Bahkan bisa dikatakan sangat membosankan. Datang ke
sebuah sekolah swasta ternama yang ada di tengah kota, setiap pagi kemudian
berseda gurau dengan teman sesama guru magang.
Ya,
memang benar saat itu kondisiku sedang dalam menjalankan tugas mengajar di
sekolah swasta. Dimana aku mendapatkan kesematan untuk mengabdikan diri sebagai
seorang pengajar. Setelah hari penerjunan dalam benakku hari itu sama saja
tidak ada yang spesial, yang ada hanya gurauan dengan rekan sesama magang untuk
mencairkan suasana. Bagaimana tidak? Setiap hari kami di suruh menunggu info
dari guru pengajar asli untuk jadwal mengajar. Satu minggu berjalan tapi tetap
saja aku tidak mendapatkan info apapun dari guru. Terus-menerus aku tetap
menunggu info.
Hari
Di Mana Semua Berubah...
Setelah
selang waktu satu minggu aku mendapatkan kabar bahwa sekolah tersebut juga kedatangan guru magang dari kampus lain,
dalam benakku apakah benar kata teman-temanku bahwa atar kampus akan diperlakukan
secara berbeda. Apalagi, saingan kami merupakan perguruan tinggi negeri. Namun,
aku menepis semua anggapan yang diutarakan oleh rekan-rekanku.
Saat
itu jatuh di hari senin hari dimana aku merasakan sesuatu yang berbeda baik
dari segi kehidupan maupun segi perasaan. Sosok wanita ini sangat menarik
perhatian aura yang ia pancarkan sangat mengesankan bahwa wanita ini orang yang
sangat berpengaruh. Aku terus memandanginya, hari itupun benar-benar membuat
hari yang dimana membosankan. Berubah menjadi hari sangat mengesankan. Saat itu
setiap guru magang memperkenalkan diri masing-masing. Aku benar-benar menunggu
saat ini, besar sekali keinginku untuk tahu siapa nama wanita ini
Waktu
pun menjawab tiba saat dia akan memperkenalkan diri. Aku sangat inisatif dalam
mendengarkan namanya. Ketika dia berdiri sudah sangat terlihat sekali bahwa
wanita ini sangat beribawa walaupun dengan muka malu-malunya. Tetap saja dia tidak
akan bisa menutupi aura menarik yang begitu besar. Caranya berpakaian sangat
mengagumkan rapi bersih bahkan wangi lebih dari teman-teman perempuannya.
Sungguh wanita proposinal.
Namanya
Chintya Prabawati, sungguh cantik namanya sangat cocok dengan orangnya yang
sangat cantik. Cara ia bicara itu membuat orang yang diajak bicara sangat betah
untuk ngobrol lama-lama dengan ia. Tatap matanya yang sangat tajam membuat
siapa pun yang melihat sangat terpesona. Aku tidak peduli kalian bakal komen
lebay atau semacamnya tapi inilah yang aku rasakan.
Perkenalan
usai, namun tidak bagiku yang ada bahkan malah membuatku semakin penasaran
dengan apa yang ada dalam perasaanku ini terhadap ia. Hari itu, aku hanya cukup
memandanginya saja selagi memperhatikan bagaimana dia. Entah aku akan terkesan
seperti orang gila, karena saat itu memang aku cukup gila untuk merasaka
perasaan yang benar-benar berbeda terhadap ia.
Sampai
tiba dimana saatnya untuk pulang karena waktu mengajar di sekolah sudah usai.
Namun, hari itu aku tidak mau menyianyiakan dengan begitu saja. Aku mencari
tahu dia pada sebuah aplikasi instagram. Namun, apa daya ternyata aku menemui
jalan buntu. Hasil yang aku dapatkan pada hari pertama benar-benar nihil.
Sesampainya di kos yang ada dalam benakku hanya ia, aku benar-benar menunggu
esok hari. Sebegitunya aku ingin bertemu dengannya.
Keberutungan...
Hari
esok pun datang juga, aku sangat bersemangat untuk berangkat sampai lupa kalau
aku berangat terlalu pagi sesampainya di sekolah aku duduk sendirian. Belum ada
rekan-rekanku yang datang. Sambil menunggu aku sesalu memandangi kursi yang ia
duduki. Bahkan aku tidak melepasnya dari pandanganku. Cukup lama aku menunggu.
Siapa sangka aku kira yang datang ialah rekanku, dan ternyata bukan. Kalian
tahu siapa tahu yang datang? Iya sangat tepat. Dia lah yang datang dan di saat
itu pula aku mengenal wangi yang ia kenakan. Dalam benakku sungguuh benar-benar
beruntung tidak sia-sia aku berangkat pagi untuk ketemu dia, dan Allah langsung
menjawabnya.
Pada
hari itu, ia masih belum menyadari kalau aku selalu memperhatikannya. Namun,
bagiku tidak mengapa, aku menguatkan hati untuk ingin tahu dia jauh lebih
banyak. Hanya saja hari itu masih sama-sama aku tidak bisa berbuat apa-apa aku
tidak memiliki keberanian untuk berkenalan secara langsung.
Akhirnya
aku memilih menghabiskan waktu itu dengan bermain LUDO permainan dadu dimana
yang bisa di ikuti oleh 6 orang hanya saja saat itu aku memilih untuk mengajak
4 orang saja. Sambil bermain aku memiliki ide dimana yang kalah harus mau
menerima tantangan. Dimana yang kalah harus berkenalan dengan perempuan bagi
laki-laki dan cowok bagi perempuan. Siapa sangka rekan satu timku mau menerima
tantangan itu, yang ada di pikiranku aku harus mengalah untuk bisa berkenalan
dengan dia.
Benar-benar
sangat beruntung aku benar kalah dalam permainan itu. Namun, kalian tahu apa
yang terjadi. Keberuntungaku hilang ketika dia ternyata pergi untuk mengajar.
Aku jadi tidak bersemangat untuk berkenalan, tapi aku harus tetap kenalan agar
tetap tidak terlihat kalau akau sengaja mengalah dalam permainan untuk dapat berkenalan
dengan dia.
Hari
kedua berakhir dengan kehabisan keberuntungan...
Namun,
aku tetap berdoa agar bertemua dengan dia lagi pada besok pagi. Benar saja esok
pagi ternyata ada sebuah grup dimana ada anggota semua guru magang di sekolah
itu. Aku benar-benar gembira aku langsung mencari tahu mana kontak dia mana
kontak dia, benar saja aku mendapatkan kontak dia. Namun, aku tidak berani chat
secara langsung. Aku hanya membuat rusuh di grup agar bisa membuat dia
membalas. Awalnya aku berpikir takut kalau dia akan gak suka sama aku karena
sikapku yang menjengkelkan dengan membuat rusuh di grup.
Perkenalan
Yang Serius...
Mohon maaf cerita ini akan terbit lagi,
hanya saja untuk sekarang penulis sedang banyak tugas. Semoga pembaca suka.
Terutama sang wanita “Chintya Prabawati”.
😍😍
BalasHapus