Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia. - Andrea Hirata
Rabu, 21 Desember 2016
MENANGGAPI
ESAI MENIMBANG KETIADAAN UN
Oleh
Muhammad Wahyu Wibowo
Jika
menengok kebelakang bawasannya para siswa yang pada tahuan sebelum-sebelumnya
saja sudah kesuliatan untuk belajar empat materi utama yang akan di ujian dalam
Ujian Nasional apalagi dengan sekarang yang malah membuat wacana akan
dihapuskan dan menjadikan semua materi pelajaran yang ada menjadi materi ujian
nasional. Malahan akan menjadikan siswa jauh lebih tertekan dan bisa-bisa para
siswa pesimis dengan mengikuti ujian nasional. Siswa yang seharusnya fokus
terhadap empat materi kini dituntut untuk bersiap menghadapi bengitu banyak materi
yang ia harus pikirkan, dalami, dan hafalkan. Akan membuat para sisiwa semakin
stres dengan materi sekolah saja.
Tidak
banyak memang tidak sependapat dengan adanya wacana tersebut terlebih lagi
bawasannya Ujian Nasional dihapuskan hanya karena alasan untuk mengurai
pembengkakkan dana ketika adanya Ujian Nasional yang selalu dignakan untuk
membayar Polisi dan TNI untuk menjaga soal Ujian Nasional agar tidak bocor dan
tersebar sebelum saatnya diujikan kemudian menbayar pengawasan dari perguruan
tinggi untuk memberikan uang pesangon guna telah ikut mengawasi jalannya Ujian
Nasional. Alasan tersebut saya kira tidaklah tepat. Bukankah memang seperti itu
adalah kewajiban bagi negara. Mengapa harus dipermasalahkan? Kemudian
menjadikan Ujian Nasional bagian dari sasaran semata untuk di hilangkan.
Tidakkah bisa saja itu hanya guna untuk politik belaka atau mungkin bisa saja
hanya untuk memberikan rasa tenang kepada siswa agar tidak takut untuk
menghadapi Ujian Nasional.
Namun,
adapula orang-orang yang setuju dengan bawasannya Ujian Nasional dihapuskan
yang kemudian digantikan dangan ujian sekolah, yang bertumpu di sekolah saja
kemudian menunjuk kepada sekolah sepenuhnya untuk memberikan hak untuk lulus
atau tidak. Banyak yang sangat setuju dengan rencana tersebut, dipikirnya siswa
tidak harus bersusah payah untuk melakukan belajar semalam hanya untuk
menghadapi Ujian Nasional seperti sebelum-sebelumnya. Dengan seperti itu,
siapapun yang menghadapi ujian sekolah tidak setegang seperti akan menghadapi
Ujian Nasional. Diharapkan pemerintah secepatnya untuk memberikan keputusan
yang pasti dan resmi guna menerapkan di Ujian Akhir tahun 2016, dengan penuh
harapan bahwa akan terealisasi dengan alasan memikirkan masa denpan bukan
kepentingan individu semata.
Akan
tetapi, banyak pula orang yang menentang dengan adanya wacana bawasannya Ujian
Nasional akan dihapuskan kemudian digantikan dengan ujian sekolah yang hanya
menunjuk sekolah untuk menjadi penentu kelulusan hanya guna melanjutkan
pembelajaran ke jenjang lebih tinggi tanpa susah payah. Tidak semudah itu,
semakin tinggi sekolah dan semakin tinggi pembelajaran apalagi dengan
berkembangnnya zaman seperti sekarang ini. Pemerintah seharusnya lebih bijak
dalam menyikapi hal seperti ini dan memikirkan matang-matang bawasannya Ujian
Nasional akan dihapuskan. Gimana kalau Ujian Nasional benar-benar dihapuskan?
Apakah akan menjamin kemashuran siswa di masa mendatang atau bahkan sebaliknya
malah akan menjerumuskan penerus bangsa pada zona yang tanpa ujung kepastian.
Harapannya
bawasannya pemerintah tidak hanya akan memutuskan begitu mudah hanya dengan
alasan-alasan yang kurang di terima, setidaknya berpikir lebih matang dengan
mengedepankan masa depan penerus bangsa yang ideal bukan hanya dari segi
kemampuan eksternal akan tetapi melalui internal pemikiran pula. Jika kita
mengedapankan hal semacam itu, tanpa ada kata lain yang mengikuti atau bahkan
alasan lain yang mengikuti dari belakang maka bisa saja kita akan mencetak
generasi-generasi ideal yang sesuai. Lebih unggul dalam bersaing di masyarakat
asean pada saat ini. Jika menengok ke negara lain seperti tiongkok. Bawasannya
ia hanya menerapkan sistem sekolah enam jam sehari dan dua jam praktik itu pula
hanya satu makul dala sehari. Akhirnya ia juga bisa mencetak generasi yang
ideal. Kenapa kita tidak sedikit mencontoh dan menerapkan hal yang semacam itu
guna memperbaiki reputasi belajar siswa. Itu juga bisa dipastikan akan berhasil
karena sudah teruji di negara maju. Semoga pemerintah sedikit menimbang kembali
bawasannya Ujian Nasional akan dipuskan kemudian digantikan dengan Ujian
Sekolah yang pastinya belum akan berhasil kedepannya. Lebih baik memakai metode
yang sudah ada dengan catatan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sebelumnya
terjadi kemudian dijadikan evaluasi kedepannya agar menjadi lebih baik dan
tertata dengan struktural tanpa adanya keputus asaan seperti sekarang ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar