Tanpa Doa
Adaptasi dari puisi karya Chairil Anwar dengan judul Doa
Karya Muhammad Wahyu Wibowo
15410196/4E
1. Narator :
Perbuatan baik maka akan mendatangkan kebaikan pula pada diri kita jika kita melakukan kebaikkan begitu pula
sebaliknya. Hari-hari masih sama seperti biasa namun ada yang sedikit
menganjal di hati Metta.
2. Yahya : Met,
ayo berangkat nanti keburu terlambat pendaftaran!
3. Metta :
Iya-iya ini juga udah buru-buru kok tunggu sebentar ya!
4. Anna : Jangan
cepat-cepat Yah, kasihan Metta tuh. lagi pula ini juga masih pukul 05.00 WIB.
5. Yahya :
Biarpun masih lama, bukankah lebih baik kita menunggu daripada kita terlambat An!
6. Anna : Iya
juga! Tapi...
7. Metta : Aku
sudah siap ayo kita berangkat, maaf ya kalian menunggu lama!
8. Anna : Eh
tidak kok, toh juga masih lama juga waktunya.
Suara
klakson angkot
9. Narator : Mereka
bertiga memulai perjalanan untuk mengikuti tes kepolisian, merek memang kompak sejak masih duduk di bangku
SMA.
10. Metta :
Yahya, kenapa kamu diam saja dari tadi apa kamu masih marah sama aku atas kejadian tadi ya. Aku minta maaf deh
Yah!
11. Yahya : Iya
tidak apa-apa kok, aku juga terlalu terburu-buru. Aku minta maaf ya tadi sudah menyuruh kamu buru-buru.
12. Metta : Iya
tidak apa-apa kok!
13. Anna : Mari
kita berdoa bersama sebelum kita ikut pemeriksaan kesehatan semoga bisa lolos semua!
14. Yahya :
Baiklah, mari...
15. Metta :
Baiklah! (sambil terbata-bata).
16. Narator :
Merekapun mengikuti tes pemeriksaan kesehatan di ruang yang berbeda. Namun, Metta merasakan hal yang tidak enak
dihatinya Ia tidak tau apa yang sedang terjadi sambil mengikuti semua tes yang
diharuskan diperiksa. Setelah usai, merekapun berkumpul lagi di
kantin sambil berbicara kesana kemari.
17. Metta :
Bagaimana tes kamu Yah, An?
18. Anna : Aku
syukurlah lancar!
19. Yahya : Aku
juga sama? Lalu bagaimana dengan tes kamu sendiri Met!
20. Metta :
Entahlah aku masih kurang yakin, hatiku dari tadi merasakan hal yang tidak enak entah apa tandanya ini!
21. Anna :
Mungkin kamu kurang tenang sehingga menjadikan hati kamu tidak tenang seperti itu! Sudahlah tidak usah dipikirkan.
22. Yahya : Iya,
kita harus yakin bahwasannya masih ada Tuhan yang selalu bersama kita!
23. Metta : Iya
juga, itu juga alasan mengapa aku masih mengikuti cahaya yang diberikan padaku, semoga ini merupakan tanda
yang baik.
24. Anna : Mari
kita makan saja, kemudian kembali ke tempat tes sambil menunggu hasilnnya!
25. Yahya : Kamu
mah pikirannya cuman makan mulu! Hahaha
26. Metta :
Hahaha
27. Anna : Kan
wajar manusia perlu makan kali!
28. Narator : Sambil
menyelesaikan makan mereka, hati Metta masih merasa terganggu dengan perasaan yang campur aduk tak menentu.
Namun, merekapun kembali ke tempat tes untuk menunggu hasil
tes dan pengumuman kelulusan dari tes kesehatan ini.
29. Metta : Eh
sudah waktunya kumpul nih jangan sampai kita terlambat untuk melihat pengumuman.
30. Anna : Iya
mari kita balik, ayo Met kita duluan biar makanannya Yahya yang bayar! Hahaha
31. Yahya : Kalian
mah kebiasaan seperti itu!
32. Anna : Kan
kamu cowok, jadi harus lindungin cewek dong! Hehehe
33. Narator : Mereka
menunggu dipanggil siapa-siapa yang lolos dengan perasaan yang tak menentu. terutama di hati Metta.
34. Anna : Metta
kita lolos!
35. Metta :
Syukurlah namun perasaan apa yang aku dapatkan ini?
36. Anna :
Bagimana ya? Dengan Yahya, pasti... dia lolos!
37. Narator :
Merekapun bubar duluan, kemudian mereka menunggu Yahya yang masih belum keluar. Namun...
38. Anna : Metta,
itu Yahya!
39. Anna : Yahya
hai kita disini!
40. Metta :
Apakan perasaan ini mengenai kegagalan Yahya? Namun, tidak mungkin!
41. Anna :
Bagaimana hasil kelulusan kamu Yah? kamu kenapa diam terus?
42. Yahya : Maaf
An, Met! Aku tidak lulus.
43. Anna : Kamu
pasti bercanda ya!
44. Metta : Kenapa
perasaan ini sama seperti dugaanku tadi!
45. Yahya : Aku
tidak bercanda An. Itu yang terjadi.
46. Metta : Kami
turut prihatin atas hasil yang tidak bagus ini Yah.
47. Yahya : Iya
tidak apa-apa, sekarang sisanya aku serahkan pada kalian.
48. Metta :
Biarpun susah payah seperti sekarang, kamu masih memiliki kami dan Tuhan kamu Yah. Jadi, jangan sampai menyerah dan
putus asa. Tuhan tak pernah meninggalkan umatnya hanya karena satu ujian
yang gagal. kamu harus kuat Yah.
49. Anna : Iya
Yah, kamu harus yakin bawasannya Tuhan bersama kamu terus!
50. Yahya : Iya
kok santai saja aku masih tetap percaya bawasannya Tuhan masih bersama aku dan selalu akan menolongku.
Yasudah mari kita pulang dan tidak perlu larut dalam kesedihan ini.
51. Narator : Hasil
yang kita inginkan tak selalu sama dengan apa yang terpikirkan oleh kita. Jadi, jangan pernah berpikir bawasnnya
Tuhan tak selalu menolong kita, karena mungkin Tuhan punya rencana yang baik
untuk kita selanjutnya dengan melalui kegagalan kali ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar