Punyaku Sendiri
Oleh Muhammad Wahyu Wibowo
Oek...
oek... mungkin itulah kata pertama yang aku ucapkan saat terlahir di dunia ini.
Sum’ah itulah nama ibuku yang berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkanku
dan Asnawi adalah ayah terkeren yang telah memberiku nama Muhammad Wahyu
Wibowo. Tak peduli jika masa kecilku bahagia atau traumatis kedua orang tuaku
tetap menjadi teladan bagiku, banyak dari prilaku ataupun sikap ia yang ku contoh
dan terapkan dalam kehidupan bersosial dan pribadiku. Cara berkomunikasi dengan
orang lain, ramah terhadap orang yang baru ia kenal. Itu yang membuatku salut
terhadap ayah dan ibuku mereka berdua selalu bisa menyesuaikan diri dengan
orang lain yang ada sekitarnya.
Saat itu
tepat tanggal 24 Februari 1998 ibuku melahirkanku di kota Jepara aku
berasal dari keluarga sederhana yang sangat kental dengan kebersamaan. Sejak
kecil ayah dan ibuku selalu mengajari untuk berbicara jujur dan selalu patuh kepada
orang tua, dalam keluarga saya saling menghormati satu sama lain dan menghargai
satu sama lain adalah kunci utama dalam bersosial maka dari itu ayah dan ibuku
selalu mengajarkannya.
Pekerjaan ayah saya dulunya sebagai pegawai kecamatan
setelah pensiun ayah saya berkerja sebagai petani, ibu saya tidak berkerja
karena tidak mempunyai keahlian apa-apa ibu saya hanya menjadi ibu rumah
tangga. Namun, kedisiplinan dalam keluarga saya sangat dijaga, mulai dari
bangun tidur, ibadah, bekerja atau sekolah, hingga makan bersamapun telah di
terapkan dalam keluarga besar saya walaupun kami dari keluarga biasa tapi kita
menghargai pengorbanan dan selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan. Setiap
anak juga dilatih untuk membantu mengerjakan perkerjaan rumah tidak membedakan
laki-laki maupun perempuan. Seperti memasak, menyapu, dan menyetrika, dll. Ya walaupun
aku sendiri kurang bisa dalam memasak. Hahaha?
Saya mempunyai 3 saudara perempuan, kakak pertama saya
bernama Siti Nur Asiyah yang kedua Siti Nur Zubaidah dan yang ketiga bernama
Siti Sa’adatun dan yang terakhir ada diriku ya siapa lagi kalo bukan Muhammad
Wahyu Wibowo. Hahaha iya? walaupun saudaraku adalah perempuan semua, tapi Ayah
dan ibuku tidak pernah membeda-bedakan satu sama lain.
Saya mulai pendidikan di TK Datuk Singaraja selama 2 tahun,
dan melajutkan di MI Datuk Singaraja selama 6 tahun, setelah lulus dari MI
Datuk Singaraja saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kedung selama 3
tahun, lalu melanjutkan di SMA Negeri 1 Tahunan Jepara selama 3 tahun.
Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama saya
banyak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler nonakademik, dari situ saya
mendapatkan banyak pengalaman sampai hingga menjadi perakilan sekolah untuk
berangkat jambore nasional di Sumatera Selatan. Banyak yang menarik minat untuk
mengasah keterampilan dalam bidang kepramukaan saat di Sumatera. Hanya saja
dulu saya belum begitu berminat untuk mengasah semua keterampilan. Dari situ
saya hanya memilih ingin lebih tahu perihal lain yang menurut saya itu baru.
Berkelanjutan pada masa sekolah menengah atas, sedikit berbeda
ketika masih duduk di bangku SMP dulu saya hanya mengikuti kegiatan ekstra nonakademik.
Ketika SMA saya mengikuti ekstra nonakademik dan juga ekstra akademik misal
olimpiade sains. Hanya saja ketika di SMA semua kemampuanku belum mendapatkan
hasil yang memuaskan dalam bidang akademik. Berbeda dengan bidang non akademik
yang begitu menujulang bahkan bisa dikatakan menjadi kiblat atau contoh dalam
berkegiatan.
Setelah lulus dari SMA saya memilih untuk melanjutkan
pendidikan menjadi seorang TARUNA AKPOL, akhirnya saya mengikuti seleksi demi
seleksi, test demi tes, pengorbanan demi pengorbanan. Setelah saya mengikuti
semua tahap tes tersebut saya menunggu hingga pengumuman penentuan akhir namun
hasil yang saya tidak harapkan terjadi. Bahwa saya dinyatakan tidak lolos.
Namun saya tidak putus asa saya melanjutkan mendaftar untuk
menjadi seorang TARUNA PELAYARAN, kemudian saya mendaftar di empat pendidikan
yang berbeda. Pertama saya mendaftar PIP Semarang, POLIMARIN Semarang, AKPELNI
Semarang, dan AMNI Semarang. Namun, dari semua Akademi yang saya daftarkan itu sudah
menyerahkan semua berkas dan bukti persyaratan test saya mendapatkan sedikit
hambatan yaitu tidak di perbolehkan oleh orang tua saya di sarankan untuk
mendaftar ke perguruan tinggi atau menunggu satu tahun untuk melanjutkan di
AKPOL dengan syarat mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Namun, saya
memilih untuk melanjutkan pendidikan diperguran tinggi.
Saya mencoba mendaftar melalu tes SNMPTN,SBMPTN, dan Jalur
Mandiri. Saya memilih untuk melanjukan pendidikan diperguruan tinggi Negeri
yaitu di UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET, untuk yang
perguruan tinggi swasta saya memilih di UNIVERSITAS PGRI SEMARANG. Saya mengikuti
tes demi tes untuk perguruan tinggi negeri namun masih belum mendapatkan hasil.
Namun, setelah saya mengikuti tes di UNIVERSITAS PGRI SEMARANG dan
alhamdulillah saya mendapatkan hasil yaitu diterima.
Ketika menimba ilmu di kampus, saya mendapatkan hal baru
mulai dari perbedaan berpakaian ketika di kampus dengan saat di sekolah dahulu.
Dilanjutkan dengan jadwal atau waktu kuliah sangat berbeda dengan ketika
sekolah. Bagaimana tidak, saat sekolah berangkat pukul 7.00, namun ketika
kuliah berangkat harus menyesuaikan jam kuliah. Akan tetapi, semua itu sangat
mungkin terajadi karena untuk membedakan ketika kuliah dengan ketika sekolah.
Apalagi, ketika kuliah kita dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja bungkan
hanya menimba illmu lagi. Tetapi, sudah menerapkan semua ilmu yang pernah di
dapat dalam dunia kerja nantinya.
Ibu saya selalu memberi nasihat dan diantarannya ketika saya
menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepadanya, beliau berkata, “Nak. Ibu dan
Bapak mengharapkan kamu menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua,
agama dan berguna bagi orang-orang di sekitarmu. Semoga ilmu yang kamu peroleh
bermanfaat dan semoga Allah memberkahi dan meridhoi setiap langkahmu. Amin”.
Seperti inilah sedikit cerita dariku mengenai profil serta
sekolahku. Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang” jadi kiranya ada
yang ingin kenal saya bisa baca autobiografi saya yang sangat singkat ini. Lalu
bagaimana cerita mengenai diri kalian? Apa kalian ingin menuliskan autobiografi
kalian juga. Buruan tuankan dalam bentuk tulisan.
Buat blog lagi dong mas. Misal orang yg sangat berarti buat km gituu.
BalasHapusBaik mbk, tunggu karya saya selanjutnya ya. Terima kasih
BalasHapusIya mas. Aku tunggu yaa 😉😉
BalasHapus