Kamis, 20 September 2018

Autobiografi


Punyaku Sendiri
Oleh Muhammad Wahyu Wibowo
Oek... oek... mungkin itulah kata pertama yang aku ucapkan saat terlahir di dunia ini. Sum’ah itulah nama ibuku yang berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkanku dan Asnawi adalah ayah terkeren yang telah memberiku nama Muhammad Wahyu Wibowo. Tak peduli jika masa kecilku bahagia atau traumatis kedua orang tuaku tetap menjadi teladan bagiku, banyak dari prilaku ataupun sikap ia yang ku contoh dan terapkan dalam kehidupan bersosial dan pribadiku. Cara berkomunikasi dengan orang lain, ramah terhadap orang yang baru ia kenal. Itu yang membuatku salut terhadap ayah dan ibuku mereka berdua selalu bisa menyesuaikan diri dengan orang lain yang ada sekitarnya.
Saat itu tepat tanggal 24 Februari 1998 ibuku melahirkanku di kota Jepara aku berasal dari keluarga sederhana yang sangat kental dengan kebersamaan. Sejak kecil ayah dan ibuku selalu mengajari untuk berbicara jujur dan selalu patuh kepada orang tua, dalam keluarga saya saling menghormati satu sama lain dan menghargai satu sama lain adalah kunci utama dalam bersosial maka dari itu ayah dan ibuku selalu mengajarkannya.
Pekerjaan ayah saya dulunya sebagai pegawai kecamatan setelah pensiun ayah saya berkerja sebagai petani, ibu saya tidak berkerja karena tidak mempunyai keahlian apa-apa ibu saya hanya menjadi ibu rumah tangga. Namun, kedisiplinan dalam keluarga saya sangat dijaga, mulai dari bangun tidur, ibadah, bekerja atau sekolah, hingga makan bersamapun telah di terapkan dalam keluarga besar saya walaupun kami dari keluarga biasa tapi kita menghargai pengorbanan dan selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan. Setiap anak juga dilatih untuk membantu mengerjakan perkerjaan rumah tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. Seperti memasak, menyapu, dan menyetrika, dll. Ya walaupun aku sendiri kurang bisa dalam memasak. Hahaha?
Saya mempunyai 3 saudara perempuan, kakak pertama saya bernama Siti Nur Asiyah yang kedua Siti Nur Zubaidah dan yang ketiga bernama Siti Sa’adatun dan yang terakhir ada diriku ya siapa lagi kalo bukan Muhammad Wahyu Wibowo. Hahaha iya? walaupun saudaraku adalah perempuan semua, tapi Ayah dan ibuku tidak pernah membeda-bedakan satu sama lain.
Saya mulai pendidikan di TK Datuk Singaraja selama 2 tahun, dan melajutkan di MI Datuk Singaraja selama 6 tahun, setelah lulus dari MI Datuk Singaraja saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kedung selama 3 tahun, lalu melanjutkan di SMA Negeri 1 Tahunan Jepara selama 3 tahun.
Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama saya banyak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler nonakademik, dari situ saya mendapatkan banyak pengalaman sampai hingga menjadi perakilan sekolah untuk berangkat jambore nasional di Sumatera Selatan. Banyak yang menarik minat untuk mengasah keterampilan dalam bidang kepramukaan saat di Sumatera. Hanya saja dulu saya belum begitu berminat untuk mengasah semua keterampilan. Dari situ saya hanya memilih ingin lebih tahu perihal lain yang menurut saya itu baru.
Berkelanjutan pada masa sekolah menengah atas, sedikit berbeda ketika masih duduk di bangku SMP dulu saya hanya mengikuti kegiatan ekstra nonakademik. Ketika SMA saya mengikuti ekstra nonakademik dan juga ekstra akademik misal olimpiade sains. Hanya saja ketika di SMA semua kemampuanku belum mendapatkan hasil yang memuaskan dalam bidang akademik. Berbeda dengan bidang non akademik yang begitu menujulang bahkan bisa dikatakan menjadi kiblat atau contoh dalam berkegiatan.
Setelah lulus dari SMA saya memilih untuk melanjutkan pendidikan menjadi seorang TARUNA AKPOL, akhirnya saya mengikuti seleksi demi seleksi, test demi tes, pengorbanan demi pengorbanan. Setelah saya mengikuti semua tahap tes tersebut saya menunggu hingga pengumuman penentuan akhir namun hasil yang saya tidak harapkan terjadi. Bahwa saya dinyatakan tidak lolos.
Namun saya tidak putus asa saya melanjutkan mendaftar untuk menjadi seorang TARUNA PELAYARAN, kemudian saya mendaftar di empat pendidikan yang berbeda. Pertama saya mendaftar PIP Semarang, POLIMARIN Semarang, AKPELNI Semarang, dan AMNI Semarang. Namun, dari semua Akademi yang saya daftarkan itu sudah menyerahkan semua berkas dan bukti persyaratan test saya mendapatkan sedikit hambatan yaitu tidak di perbolehkan oleh orang tua saya di sarankan untuk mendaftar ke perguruan tinggi atau menunggu satu tahun untuk melanjutkan di AKPOL dengan syarat mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Namun, saya memilih untuk melanjutkan pendidikan diperguran tinggi.
Saya mencoba mendaftar melalu tes SNMPTN,SBMPTN, dan Jalur Mandiri. Saya memilih untuk melanjukan pendidikan diperguruan tinggi Negeri yaitu di UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET, untuk yang perguruan tinggi swasta saya memilih di UNIVERSITAS PGRI SEMARANG. Saya mengikuti tes demi tes untuk perguruan tinggi negeri namun masih belum mendapatkan hasil. Namun, setelah saya mengikuti tes di UNIVERSITAS PGRI SEMARANG dan alhamdulillah saya mendapatkan hasil yaitu diterima.
Ketika menimba ilmu di kampus, saya mendapatkan hal baru mulai dari perbedaan berpakaian ketika di kampus dengan saat di sekolah dahulu. Dilanjutkan dengan jadwal atau waktu kuliah sangat berbeda dengan ketika sekolah. Bagaimana tidak, saat sekolah berangkat pukul 7.00, namun ketika kuliah berangkat harus menyesuaikan jam kuliah. Akan tetapi, semua itu sangat mungkin terajadi karena untuk membedakan ketika kuliah dengan ketika sekolah. Apalagi, ketika kuliah kita dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja bungkan hanya menimba illmu lagi. Tetapi, sudah menerapkan semua ilmu yang pernah di dapat dalam dunia kerja nantinya.
Ibu saya selalu memberi nasihat dan diantarannya ketika saya menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepadanya, beliau berkata, “Nak. Ibu dan Bapak mengharapkan kamu menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, agama dan berguna bagi orang-orang di sekitarmu. Semoga ilmu yang kamu peroleh bermanfaat dan semoga Allah memberkahi dan meridhoi setiap langkahmu. Amin”.
Seperti inilah sedikit cerita dariku mengenai profil serta sekolahku. Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang” jadi kiranya ada yang ingin kenal saya bisa baca autobiografi saya yang sangat singkat ini. Lalu bagaimana cerita mengenai diri kalian? Apa kalian ingin menuliskan autobiografi kalian juga. Buruan tuankan dalam bentuk tulisan.  

3 komentar:

  1. Buat blog lagi dong mas. Misal orang yg sangat berarti buat km gituu.

    BalasHapus
  2. Baik mbk, tunggu karya saya selanjutnya ya. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Iya mas. Aku tunggu yaa 😉😉

    BalasHapus